Seputar SEJARAH ber-UMROH..


Tulisan tentang ini disitir dari tulisan Andi Batari Ahmad pada blognya http://bit.ly/MpIsXs , yang menurut hemat saya sangat bermanfaat untuk dibaca:

Hari itu, kaum Qurais berbondong-bondong meninggalkan Mekah. Tua, muda, dan anak-anak, laki-laki maupun perempuan, tanpa terkecuali. Orang-orang itu mendaki bukit-bukit di sekitar Mekah. Perhatian mereka tertuju pada kepulan debu yang membumbung dari arah utara.
Ya, dari utara (dari arah Madinah) sekitar 2000 orang tengah mendekati Mekah. Mereka adalah rombongan Rasulullah.

Setahun sebelumnya, dalam jumlah yang lebih kecil, mereka mencoba memasuki Mekah untuk ziarah. Perjalanan itu tertahan kaum Quraisy di Hudaibiya (disinilah dibuat kesepakatan antara pihak Quraisy dan rosululloh). Dalam perjanjian itu, Nabi Muhammad saw dan rombongan baru boleh datang ke Mekah setahun kemudian. Jika saat itu tiba, kaum Qurais akan menyingkir sementara dari Mekah.

Setahun telah berlalu. Nabi Muhammad saw benar-benar datang bersama umat muslim lainnya. Mereka semua larut dalam seruan “labbaika, labbaika” yang tak putus-putusnya membahana.

Nabi Muhammad menyelempangkan jubah ke pundak kirinya. Dibiarkannya pundak dan lengan kanannya terbuka. Saat itu pula, ia berdoa “Allahumarham, amra-a arahumulyauma min nafsihi quwwata”
Ia lalu melangkah menyentuh hajar aswad di sudut ka’bah, lalu berlari kecil hingga Rukun Yamani atau sudut selatan yang merupakan sudut ketiga, dan kemudia berjalan kembali untuk menyentuh hajar aswad. Hal demikian dilakukannya tiga kali. Selebihnya Nabi Muhammad mengelilingi ka’bah dengan arah yang berlawanan dengan putaran jarum jam itu dengan berjalan kaki. Ribuan umat Islam mengikuti setiap gerakan Nabi Muhammad saw. Sebuah pemandangan yang mempesona, orang-orang Qurais yang menyaksikan dari lereng-lereng bukit.

Abdullah bin Rawaha tidak dapat menahan diri untuk larut dalam suasana tersebut. Ia nyaris meneriakkan tantangan perang pada kaum Quraisy. Namun Umar bin Khattab mencegahnya. Sebagai pelampiasannya, Umar menyarankan Abdullah untuk meneriakkan kata yang sekarang cukup dikenal oleh masyarakat Islam: “La ilaha illallah wahdah, wanashara abdah, wa’a’azza jundah, wakhadalal ahzaba wahdah”. (“Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, yang menolong hamba-Nya, memperkuat tentara-Nya dan menghancurkan sendiri musuh yang bersekutu.”)

Abdullah terus mengulang-ulang kalimat tersebut yang diikuti hampir seluruh umat Islam. Kata-kata itu terus bergema, menghunjam hati-hati orang Qurais yang hanya dapat menyaksikan dari jauh.

Usai mengelilingi ka’bah, Nabi Muhammad menuju bukit Shafa. Dari sana beliau bergerak ke bukit Marwa, dan kembali ke bukit Shafa lagi hingga tujuh kali perjalanan. Perjalanan yang sekarang disebut sa’i ini diyakini sebagai upaya menapaktilasi perjuangan keluarga Nabi Ibrahim, khususnya Siti Hadjar, saat membangun baitullah, berabad-abad sebelumnya. Usai perjalanan tersebut, Nabi Muhammad pun bercukur rambut, kemudian memotong kurban.

Esok harinya, Nabi Muhammad memasuki ka’bah dan terus berada di sana sampai tiba salat dzuhur. Sebagaimana di Madinah, Bilal bin Rabah, mengumandangkan azan. Nabi Muhammad pun menjadi imam salat berjamaah di sana.

Nabi Muhammad tinggal di Mekah selama tiga hari. Setelah itu, Beliau dan rombongan kembali ke Madinah. Ada dua keuntungan yang diperolehnya dalam perjalanan kali ini. Beliau dan rombongan bukan saja dapat menunaikan ibadah umrah -yang sering disebut pula sebagai Umrah Pengganti (Umratul Qadha), Beliau juga berhasil merebut hati tokoh-tokoh penting Qurais.

Saat Nabi Muhammad di perjalanan menuju Madinah itu, Khalid bin Walid mengejarnya dan menyatakan diri masuk Islam. Khalid adalah seorang muda yang menjadi komandan paling cerdik pasukan Qurais. Kelak ia banyak berperan dalam sejumlah ekspedisi militer kalangan Islam. Setelah Khalid, Amr bin Ash serta Ustman anak Talha yang menjadi penjaga ka’bah, menyusul masuk Islam.

About dedy sani

Lahir di BALAPULANG (1976), sebuah desa di Kabupaten TEGAL, mengenyam pendidikan dasar di Balapulang dan Kota Slawi, pendidikan sarjana (ekonomi) di UII-JOGJA dan pasca sarjana (kebijakan publik) di UI-JAKARTA. Saat ini bersama keluarga tinggal di MEDANG LESTARI, Tangerang.. inspirasi: "Sebaik-baik manusia adalah yang BERMANFAAT bagi sesama"

Posted on June 20, 2012, in info. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: